Definisi IMK (Interaksi Manusia dan Komputer) ?
sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai
karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan
menjalankan sebuah sistem yang bertopengkan sebuah antarmuka (interface)
Apa yang mendasari IMK ?
Mekanisme interaksi antara user dengan paket word processing yang
banyak digunakan , umumnya berbasis menu dan dikelompokkan untuk
merefleksikan fungsi yang dilakukan submenu tersebut . Misalnya ,pilihan
“save” dan “delete “ diklasifiksikan sebagai “operasi file” berada
dalam satu kelompok yang sama . Jika user kurang teliti atau tidak
sengaja terpilih ‘delete” padahal yang dimaksud adalah “save” ,maka
akibatnya bisa terhapus data yang kita miliki,,,,hal ini dapat merugikan
user. Mengapa ini bisa terjadi …? Padahal computer digunakan sebagai
user friendly dan mudah digunakan , apakah si pembuat tidak
memperhitungkan konisi atau kejadian yang akan dialami oleh pemakai..?
atau mungkin pembuat sudah terlalu ahli sehingga tidak memperhitungkan
kesalahan yang mungkin akan dialami oleh pemakai….
Pembuat harus berpikir bagaimana computer dan perangkat lainnya
dapat digunakan oleh user tanpa harus merasa kesulitan ,,, memang tidak
mudah merancang sisitem yang konsisten dan handal yang dapat
mengantisipasi semua ketidaktelitian user.interface ukan hanya aspek
yang dibuat pada saat akhir tapi sebagai satu kesatuan dengan
keseluruhan sistem ,desainer tidak hanya memberikan tampilan yang bagus
saja namun juga harus dapat mendukung pekerjaan yang dilkukan user dan
dibuat untuk menghindari kesalahan kesalahan kecil.
Displin ilmu keterlibatan yang terkait IMK ?
==> Psikologi : persepsi user, kognitif, kemampuan memecahkan masalah
Pengguna sendiri mempunyai sifat yang beraneka ragam. Sehingga, kita
sebagai para perancang sistem interaksi manusia-komputer juga harus
mempelajari aspek psikologi pengguna untuk dapat memahami bagaimana
pengguna dapat menggunakan sifat dan kebiasaan baiknya, menggunakan
persepsi dan pengolahan kognitif serta ketrampilan motorik yagn
dimilikinya agar kita dapat menjodohkan mesin dengan manusia untuk
mendapatkan kerja sama yang serasi. Psikologi eksperimental menyediakan
dasar teknik evaluasi formal untuk mengukur unjuk kerja dan opini
terhadap sistem manusia-komputer.
==> Ergonomi : kemampuan fisik user
Orang yang bekerja di depan terminal komputer biasanya untuk jangka
waktu yang cukup lama. Ergonomik berhubungan dengan aspek fisik untuk
mendapatkan lingkungan kerja yan nyaman. Bentuk fisik seperti meja dan
kursi kerja, layar tampilan, bentuk papan ketik, posisi duduk,
pengaturan lampu, kebersihan tempat kerja, dan beberapa aspek lain akan
sangat berpengaruh pada kenyamanan lingkungan kerja. Meski sifat dari
seorang pengguna denagn pengguna lain berbeda, tetapi mereka pasti
menginginkan adanya lingkungan kerja yang nyaman ketika mereka bekerja
denagn komputer.
==> Sosiologi : kemampuan memahami konsep interaksi
Sosiolgi di sini berkaitan denagn studi tentang pengaruh sistem
manusia-komputer dalam struktur sosial. Adanya kekhawatiran sementara
orang tentang akan diPHKnya mereka atau disingkirkannya mereka dari
kantor itu karena adanya otomasi kantor sehingga sering terjadi bahan
yang menarik untuk didiskusikan.
==> Ilmu komputer dan teknik : membuat teknologi
Berbicara tentang komputer, khususnya dari sisi perangkat keras,
pastilah tidak dapat lepas dari dari pembicaraan tentang teknik
elektronika, karena dalam bidang inilah kita dapat mempelajari banyak
sekali aspek yang berhubungan dengan perangkat keras komputer. Selain
dari sisi perangkat keras, kita juga perlu membekali diri dengan
keahlian dari sisi perangkat lunak, sehingga kita mampu
mengimplementasikan hasil rancangan ke dalam program aplikasi. Dengan
kata lain, bidang ini memberikan kita semacam kerangka kerja yang
memungkinkan kita untuk merancang sistem interaksi manusia-komputer.
==> Desain grafis : presentasi interface
Ada kata bijak yang mengatakan bahwa “sebuah gambar dapat bermakna
sama denagn seribu kata”. Dalamdunia komputer, kata ini dapat diartikan
bahwa gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog yangcukup efektif
antara manusia dengan komputer. Keahlian merancang grafik dan tipografi
menjadi salah satu kunci penting dalam menunjang keberhasilan sistem
manusia-komputer, karena antarmuka yang disusun dapat menjadi semakin
luwes dan ampuh.
==> Antropologi
Ilmu pengetahuan tentang manusia juga memegang peranan penting dalam
sistem interaksi manusia-komputer. Seperti diketahui, interaksi sangat
dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan (misalnya dalam sebuah
kantor). Di sisi lain antropologi dapat memberikan suatu pandangan
mendalam tentang cara kerja berkelompok yang masing-masing anggotanya
diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan bidangnya
masing-masing.
==> Linguistik
Pada saat kita menggunakan komputer, seolah-olah kita sedang
melakukan dialog dengan komputer yang ada dihadapan kita. Untuk dapat
melakukan dialog tentunya kita memerlukan sarana komunikasi yang
memadai. Saran komunikasi ini berbentuk suatu bahasa khusus misalnya
saja bahasa grafis, bahsa alami, bahasa menu, ataupun bahasa perintah.
Linguistik merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
bahasa. Beberapa aspek seperti komputasi linguistik dan teori bahasa
formal membentuk bidang khusus dalam ilmu komputer. Sarana komunikasi
inilah yang akan mengarahkan pengguna ketika ia berurusan denagn
komputer.
kenapa kita butuh IMK ?
Tujuan utama IMK adalah untuk membuat sistem yang lebih:
Berguna(usable)
Aman
Produktif
Efektif
Efisien
Fungsional
Perancang IMK harus mengerti hal hal dibawah ,yaitu :
Membutuhkan pengetahuan tentang Tujuan manusia
Kemampuan dan keterbatasan manusia
Kemampuan dan keterbatasan komputer
Pekerjaan
Aspek sosial
Aspek Organisasi
Lingkungan kerja
Interaksi diantara elemen-elemen diatas
Jadi secara singkat dapat disimpulkan paling tidak sedikit
dikitnya sebagai desainer computer harus memikirkan seperti bagaimana
orang mengendarai kendaraan bermotor ,,,jadi orang tersebut tidak
berpikir bagaimana mesin tersebut bekerja tapi dia berpikir untuk
mengendarai saja kekanan kiri atau lurus.
Kesimpulan tentang IMK ialah
Jadi IMK itu adalah disiplin ilmu yang memfokuskan pada interaksi
antara manusia dan komputer, dan fokus IMK tidak hanya pada keindahan
tampilan saja atau hanya tertuju pada tampilan antar muka saja, tetapi
juga memperhatikan aspek-aspek pemakai, implementasi sistem rancangannya
dan fenomena lingkungannya, dan lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu
harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian,
mudah untuk dipelajari dan sebagainya.
Sumber:http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tugas-softskill-imk-interaksi-manusia-dan-komputer/
Latest Entries »
Kamis, 05 April 2012
Selasa, 20 Desember 2011
Project Scope and Cost Management
Project Scope Management
Pengertian Project Scope Management
- Scope mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat didalam menciptakan produk-produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk membuatnya.
- Delivarable adalah produk yang diproduksi sebagai bagian dari proyek seperti perangkat keras, dokumen perencanaan, atau rapat.
- Project Scope Management mencakup proses-proses yang terlibat dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang tidak termasuk kedalam proyek.
- Scope planning : menentukan bagai mana ruang lingkup akan ditentukan, diperifikasi, dan dikendalikan.
- Scope definition: menelaah project charter dan pernyataan ruang lingkup awal dan menambahkan informasi lebih lanjut sebagai persyaratan yang dikembangkan dan perubahan permintaan tersebut disetujui.
- Membuat WBS:mengelompokkan penyampaian proyek besar menjadi lebih kecil, komponen lebih mudah ditangani.
- Scope verivikasi : penerimaan mempormalkan ruang lingkup proyek.
- Scope Control : Pengendalian perubahan ruang lingkup proyek.
- Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang , memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
- Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
- Identifikasi proyek potensial.
- Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
- Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.
- Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
- Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
- Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.
- Banyak organisasi mengikuti proses perencanaan untuk memilih proyek IT.
- Sangat penting untuk menyelaraskan proyek IT dengan strategi bisnis.
- Penelitian menunjukan bahwa mendukung tujuan bisnis eksplisit adalah nomor satu alas an dikutip untuk berfantasi dalam proyek IT
- Biasanya tidak cukup waktu atau sumber daya untuk menerapkan semua proyek.
- Metode untuk proyek-proyek memilih meliputi :
- Kategorikan proyek tegnologi informasi
- Tunjukkan net present value atau analisis keuangan lainnya
- Menggunakan metode skor tertimbang
- Menerapkan balanced sorecard
Kategori proyek IT
- Suatu kategorisasi menilai apakah proyek tersebut memberikan respon terhadap suatu masalah, kesempatan.
- Kategorisasi lain adalah berdasarkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek atau tanggal dengan yang harus dilakukan.
- Kategirisasi lain adalah prioritas keseluruhan proyek
PROJECT TIME MANAGEMENT
Mengatur waktu dalam penyelesaian project, termasuk di dalamnya waktu-waktu yang akan hilang dalam pengerjaan project.
- activity definition
- Activity sequencing
- Activity resource estaming
- activity duration estaming
- schedule development
- schedule control
sumber:http://sk-tk.blogspot.com/2011/12/project-scope-and-cost-management.html
Senin, 07 November 2011
GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK
GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK
A. Proses Proyek
Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:
1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku untuk sebagian besar proyek
.
2. Produk – berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang bagaimana menciptakan suatu produk.
B. Grup Proses
Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:
1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes
Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari suatu proyek.
2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.
a. Core Processes, di bawah ini yang termasuk core processes:
• Scope Planning.
• Scope Definition.
• Activity Definition.
• Activity Sequencing.
• Activity Duration Estimating.
• Schedule Development.
• Resource Planning.
• Cost Estimating.
• Cost Budgeting.
• Project Plan Development.
b. Facilitaing Processes, di bawah ini yang termasuk facilitating processes:
• Quality Planning.
• Organizational Planning.
• Staff Acquisition.
• Communications Planning.
• Risk Identifications.
• Risk Response Development.
• Procurement Planning.
• Solicitation Planning.
3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang telah direncanakan.
• Project Plan Execution
• Scope Verification
• Quality Assurance
• Team Development
• Information Distribution
• Solicitation
• Source Selection
• Contract Administration
4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
• Overall Change Control
• Scope Change Control
• Schedule Control
• Cost Control
• Quality Control
• Performance Reporting
• Risk Response Control
5. Closing Processes, melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek.
• Administrative Closure
• Contract Close-out
SUMBER:
1. http://translate.google.co.id/
2. Chapter 3: Project Management Processes
3. http://mcfans-mpti.blogspot.co
A. Proses Proyek
Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:
1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku untuk sebagian besar proyek
.
2. Produk – berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang bagaimana menciptakan suatu produk.
B. Grup Proses
Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:
1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes
Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari suatu proyek.
2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.
a. Core Processes, di bawah ini yang termasuk core processes:
• Scope Planning.
• Scope Definition.
• Activity Definition.
• Activity Sequencing.
• Activity Duration Estimating.
• Schedule Development.
• Resource Planning.
• Cost Estimating.
• Cost Budgeting.
• Project Plan Development.
b. Facilitaing Processes, di bawah ini yang termasuk facilitating processes:
• Quality Planning.
• Organizational Planning.
• Staff Acquisition.
• Communications Planning.
• Risk Identifications.
• Risk Response Development.
• Procurement Planning.
• Solicitation Planning.
3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang telah direncanakan.
• Project Plan Execution
• Scope Verification
• Quality Assurance
• Team Development
• Information Distribution
• Solicitation
• Source Selection
• Contract Administration
4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
• Overall Change Control
• Scope Change Control
• Schedule Control
• Cost Control
• Quality Control
• Performance Reporting
• Risk Response Control
5. Closing Processes, melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek.
• Administrative Closure
• Contract Close-out
SUMBER:
1. http://translate.google.co.id/
2. Chapter 3: Project Management Processes
3. http://mcfans-mpti.blogspot.co
Langganan:
Komentar (Atom)



